Menuju Seperempat Abad Umurku
Pintu di rumah ini, kini amat sangat panjang, dan melebar, dengan warnanya yang hitam kecoklatan, begitu juga senada dengan beberapa jendela yang ada di -sampingnya. Juga bermacam tanaman berjejer memenuhi halaman yang tak begitu luas, mungkin sekitar lima kali satu meter saja. Apalagi di depan rumah ada tembok dari rumah tetangga, sehingga, halaman rumah ini terhitung sempit, namun selalu asri rasanya. Jikalau hujan, ia jadi sangat sendu dan intim sekali. Jikalau panas, ia jadi indah karena pantulan cahaya matahari yang kurang maksimal terhalang tembok rumah tetangga. Sudah lebih dari Tujuh hari rasanya tanganku bergerak di depan perangkat lunak ini, di area sofa ruang tamu, memperhatikan sekitar dengan seksama, bersyukur. Ada kain corak motif Indonesia Timur yang sengaja kubeli sesaat setelah menerima uang gaji, mempercantik ketika memandangnya. Membuatku lagi-lagi tercekat sejenak, rasa syukur. Indah sekali. Tak hanya itu, alasanku memiliki waktu untuk mengerjakan segala...