BIPOLAR chap II
“kenalin saya Joni bang, ada kerjaan ga?” perasaanku campur aduk karena sedang berhadapan dengan abang tukang parkir yang paling terkenal seantero desa karena tato dan badan kekarnya Tukang parkir itu memperhatikanku dengan jeli, dari ujung rambut sampai ujung kaki layaknya aku ini daging yang sedap untuk disantap. Dia tetap tidak menjawab, berbalik badan menjauhiku dan mengambil sesuatu, dia menyodorkan secarik kertas kecil dan memasang wajah menyeringai lalu menunjuk ke arah kolong jembatan yang masih terjangkau mata dari sini, lalu dia menepuk pundakku dua kali. Didalam kertas itu ada coretan alamat, mungkin saja ini alamat si bandar narkoba itu. Tetapi bagaimana abang tukang parkir itu tahu tujuanku. Setelah berjalan beberapa meter hingga sampai di ujung kolong jembatan, aku melihat banyak sekali anak-anak jalanan yang sering disebut punk rock jalanan sedang berkumpul dan bergurau, hatiku sedikit lega namun begitu banyak keraguan dan tanda tanya, mungkin disini aku akan menem...