Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Jingga Part II

Percakapan kita harus ditunda diujung malam ini, seperti biasa kamu memberikan satu helm untukku dan kita akan sama- sama bersiap menghadapi angin di malam hari dengan sisa celotehan-celotehan tidak penting sepanjang perjalanan seperti biasanya. Sampai didepan rumah, “ Capek ih, rumah kamu jauh banget” katamu sambil merapikan rambut didepan spion setelah melepas helm, padahal ini sudah kesekian kalinya kau mengantarku, tetapi itu kuanggap candaan biasa yang tak akan berubah nada. “Aku kan ga maksa dianterin, lagian jadi bikin salah sangka terus sama cewe-cewe yang suka sama kamu kan” kataku seraya berjalan mengetuk pintu. Wajar, dia adalah seorang lelaki, tepatnya kaka senior dua tahun diatasku,  dengan jurusan sangat berbeda, dia anak mesin, aku anak bahasa, perawakannya tinggi, rambut berponi menyamping kekiri, celana jeans dengan warna cream yang sama kesukannya, dan kaus polos putih atau hitam menjadi langganannya. Tebak saja aku dihujat berapa wanita cantik karenanya. ...

jingga part I

Cerita 17/05/18 Sore itu, di pinggir danau tengah kota aku melihat cahaya jingga tepat diatas kepalamu. Itukah yang kudambakan selama ini atau si jingga barangkali memang sengaja telah lama sembunyi dibalikmu dan itu adalah salah satu alasan mengapa aku selalu tidak bisa jauh-jauh darimu. Inikah loyalitas atau barangkali mata dan fikiranku tertutupi sesuatu. Sial memang. Aku berharap jingga berpesan melalui angin yang membelaiku sore itu,  bahwa bukan saatnya Dea, untuk mengenal bab pelajaran mengenai loyalitas. Tetapi sayangnya dia tidak berpesan begitu, justru tenangnya air danau yang berpesan bahwa “ Kenalilah banyak lelaki, karena kamu akan tahu bahwa dia tidak hanya menyukai satu dari kaummu, banyak. Tetapi yang ia beratkan hanya satu “. Aku yang tidak menggubris atau alga hijau dan batu kerikil didalam danau mengejekku “ Wanita sepertimu mana mampu mengenal lelaki, dirimu sendiri saja tidak kau kenali”. Aku berharap besok dunia berakhir, sehingga aku tidak akan lebi...

Kemana ?

Aku selalu meruntuhkan niatku untuk meminta sebuah kepastian setelah tiga tahun kita menjalin hubungan. Kau selalu saja berhasil membuatku luluh dengan janjimu yang seakan nyata atau hanya sekedar angan yang semakin rapuh. Banyak hal yang membuatku terus mempertahankanmu, karena aku masih bangga, ketika   jadi tempatmu mengeluh.   Ketika aku masih mampu menghangatkanmu ditengah dinginnya angin malam pinggir kota, atau saat menjadi pengusir lelah dan penat di sela-sela kesibukan kita. Bahkan saat kau duduk di sofa, tempat dimana kita bercerita sampai pagi pun tiba.   Aku hanya bertanya-tanya kau ada dimana saat aku bertanya “kapan datang untuk melamarku?”.   Mungkin aku saja yang sangat mengharapkan itu di tengah tidak siapnya dirimu, Andi. Kemana perginya kamu akhir-akhir ini, tolong, jadilah laki-laki cukup malam ini, untuk kita.                 Orang bilang bahwa cinta itu tidak ...

CARA MENINGKATKAN PUBLIC SPEAKING

Gambar
Benarkah keahlian berbicara didepan umum / public speaking adalah bakat? Ada ungkapan bijak mengatakan bahwa bakat itu 1 %, 99% lainnya adalah ketekunan dan cara / metode kita dalam mempelajarinya. Kita semua saat dilahirkan di dunia ini untuk pertama kalinya adalah menangis, tidak ada satu bayi pun secara normal lahir sudah dapat berbicara. Baru pada bulan-bulan selanutnya bayi mengeluarkan bunyi-bunyi yang membentuk penggalan kata. Setiap hari bayi terbiasa mendengar penggalan kata di sekitarnya, saat itulah bayi mulai belajar untuk berbicara.  Apabila lingkungan bayi kurang banyak yang berbicara, maka akan berpengaruh pada kecepatan bayi untuk bisa  berbicara. Rata-rata bayi yang berusia 2 tahun kemmapuan berbicaranya akan semakin baik apabila lingkungannya sering mengajaknya untuk berbicara. Ini semua menggambarkan bahwa metode belajar diikuti ketekunan akan membuat setiap orang mahir dalam berbicara. Begitu pula caranya apabila anda ingin berbicara di depan umum, apab...

KELUHAN SEORANG EXTROVERT

Gambar
Keluhan Seorang Extrovert-21.07.2017 Image by : Google Begitu banyak karakter yang sudah aku temukan selama ini, apalagi aku terjun ke  dunia perkuliahan dan sebagai seorang yang terbuka aku pun juga memiliki beberapa keluhan. Sekarang, aku baru memasuki semester III, setahun lalu aku sudah mengikuti organisasi yang ada di kampus, sebelumnya memang sejak SD aku sudah menyukai berorganisasi. Tentu saja aku telah bertemu dengan banyak orang baru dan karakter baru juga. Begitu banyak temanku yang mengatakan “aku pengen deh jadi kamu, bisa kenal banyak orang”. Selain jadi mudah bergaul dan banyak mendapatkan sudut pandang yang berbeda, akupun juga sering merasakan beberapa hal yang dirisaukan oleh  orang-orang yang sulit bergaul. Pertama, aku tuh orangnya suka banget menyapa siapapun waktu di jalan, tidak pandang bulu apakah seumuran, senior, ataupun junior. Karena aku yang terlalu terbuka ataupun komunikatif seperti orang-orang bilang, ada saja yang nyeletuk “kok lu cape...