WELTANSCHAUUNG [1] // Pandangan Hidup
Sugeh eleng, lan padang ati.
30 juni 2017.
For my readers.
Makasih yang masih setia baca, dan yang baru pertama kali mampir ke blog ini.
Jadi aku punya mbah kakung, umurnya kurang lebih 100 tahun.
Hebatnya dia ga pikun, ga penyakitan, dan masih tetep produktif.
Istrinya emang tidak dikaruniai anak, jadi beliau ngangkat anak asuh, nah anaknya ini abang kandung dari Bapakku.
Aku suka banget sama mbahku yang satu ini, aku sering manggil mbah kengkeng (vokalisasi E nya, kaya baca kata "enak") nah, setiap tahun kalau aku berkunjung beliau selalu punya wewejang.
Tahun lalu, wewejangnya gini
// "ndok. Seng paling penting neng dunio kuwi sugeh eling ndok. Nak arep ngopo wae ke pikiren akibate kepie. Urip kuwi susah ndok. Pokoke tumindakmu kuwi kudu eling. Seng penting eling karo gusti Allah" //
Yak, artinya kurang lebih adalah, kalau kamu mau ngelakuin sesuatu itu fikir dulu akibatnya, akibat buat diri sendiri dan orang lain. Kalau mau ngelakuin apa apa itu inget, Allah selalu lihat. Selalu inget Allah.
Emang bener kok, setahun lalu mbah kakung ngomong gitu, satu tahun lalu juga aku ngelakuin hal yang ga hati-hati. Yang ga inget sama Allah.
Aku deket sama cowo, yang keliatannya baik. Taat sama Allah, sama ajarannya. Tapi ternyata, dibalik semua itu, semua penampilan dan tata cara hidup dia, ada sesuatu yang disimpan. Yang berusaha untuk disembunyikan. (Bodohnya, aku ga inget kalau Allah ngelarang pacaran, Allah ngelarang kita terlalu dekat dengan lawan jenis, bodohnya, aku ga dengerin kata mbah kakung) sampai aku tahu bahwa laki-laki yang terlihat agamis ini justru pernah berbuat zina, sampai dia pernah ngegugurin anaknya sendiri (dan ini bukan bermaksud menyebar aib). This is the real of //"don't judge a book by its cover"//.
Guys, yang beriman itu bukan yang berarti tiap hari ngelakuin adat ibadah, tapi lihat bagaimana dia memperlakukan orang lain. Bagaimana dia menghargai sesama. Bagaimana dia mengolah kata-kata saat bergaul.
Disini aku kurang hati-hati, yang namanya cowo yang taat sama Allah itu, gaada pacaran. Gabutuh kasih sayang lawan jenis. Dia takut sama janji Allah, dia takut sama larangan Allah. Jadi, kalau dia rajin solat tapi ngajak kamu pacaran, tidak bermakna sudah semuanya.
Dia gabutuh kasih sayang sama perhatian kamu para cewek, dia punya rasa sayang dan perhatian itu yang bisa dia kasih atau beri ke orang yang tepat, ke orang tuanya, keluarganya dan umatnya. Bukan kamu yang bahkan halal untuk dia saja belum.
Disini sekali lagi, aku ga dengerin nasihat mbah kengkeng, terutama aku kalau berbuat ga inget sama Allah.
Tahun ini....
Aku minta advice lagi ke mbah kengkeng, yang namanya salah bertindak. Sakitnya gak main-main, benar-benar gak main-main.
Aku datang malam itu ke rumah mbah kengkeng, aku ceritain semua pengalaman aku selama merantau di jakarta setahun lalu, selama masa kuliah dan bertemu banyak macam sifat.
Nasihatnya tetap sama "seng sugeh eleng, lan seng ngalahan ojo menangan"
Sekali lagi, jadilah orang kaya. Kaya akan ingat kepada Allah, jadilah anak yang selalu mengalah, bukan selalu ingin menang. Yang mengalah bisa saja menang.
Wejangan selanjutnya kaya gini " ndok. Kamu ke jakarta kuwi golek penemu seng apik nak penemu seng elek, okeh tenan neng kampung, kamu arep sukses godone okeeh ndok, nak kamu ora kegudo sukses tenan. Nak kegudo yo rasido. Umurmu ijek panjang, oraben kesusu, seng ati-ati . Padang terus atine, seng padang"
Artinya kurang lebih kalau dipahami gini, ndok, kamu pergi ke jakarta itu mencari ilmu dan bekal kehidupan yang baik, kalau yang kurang baik gaperlu di jakarta, di kampung mah banyak. Kalau kamu mau sukses itu banyaaak sekali godaan yang akan menerpa kamu, kalau kamu kuat untuk ga kegoda, inshaAllah sukses. Tapi kalau kamu kegoda, gajadi sukses itu. Makanya, kuncinya itu hatimu harus selalu terang,( maksudnya tuh mikirnya positif terus, bahagia terus, apapun yang dikatakan orang tentang kamu ya iyain aja, jangan dibales, kamu yang bahagia terus, apa apa jangan dibawa sedih asal hati kamu terang, suci).
Tambahnya lagi gini, "hidup itu memang susah. Kalau hidup itu gampang, orang goblok namanya" mbah kengkeng's said

Semangat aeddddd! Libatkan Allah disetiap urusanmu, inshaAllah yaa;)
BalasHapus