Kemana ?
Aku selalu meruntuhkan niatku untuk meminta sebuah kepastian setelah tiga tahun kita menjalin hubungan. Kau selalu saja berhasil membuatku luluh dengan janjimu yang seakan nyata atau hanya sekedar angan yang semakin rapuh. Banyak hal yang membuatku terus mempertahankanmu, karena aku masih bangga, ketika jadi tempatmu mengeluh. Ketika aku masih mampu menghangatkanmu ditengah dinginnya angin malam pinggir kota, atau saat menjadi pengusir lelah dan penat di sela-sela kesibukan kita. Bahkan saat kau duduk di sofa, tempat dimana kita bercerita sampai pagi pun tiba. Aku hanya bertanya-tanya kau ada dimana saat aku bertanya “kapan datang untuk melamarku?”. Mungkin aku saja yang sangat mengharapkan itu di tengah tidak siapnya dirimu, Andi. Kemana perginya kamu akhir-akhir ini, tolong, jadilah laki-laki cukup malam ini, untuk kita. Orang bilang bahwa cinta itu tidak ...