CARA MENINGKATKAN PUBLIC SPEAKING
Ada
ungkapan bijak mengatakan bahwa bakat itu 1 %, 99% lainnya adalah ketekunan dan
cara / metode kita dalam mempelajarinya. Kita semua saat dilahirkan di dunia
ini untuk pertama kalinya adalah menangis, tidak ada satu bayi pun secara
normal lahir sudah dapat berbicara. Baru pada bulan-bulan selanutnya bayi
mengeluarkan bunyi-bunyi yang membentuk penggalan kata. Setiap hari bayi
terbiasa mendengar penggalan kata di sekitarnya, saat itulah bayi mulai belajar
untuk berbicara. Apabila lingkungan bayi
kurang banyak yang berbicara, maka akan berpengaruh pada kecepatan bayi untuk
bisa berbicara. Rata-rata bayi yang
berusia 2 tahun kemmapuan berbicaranya akan semakin baik apabila lingkungannya
sering mengajaknya untuk berbicara. Ini semua menggambarkan bahwa metode
belajar diikuti ketekunan akan membuat setiap orang mahir dalam berbicara.
Begitu pula caranya apabila anda ingin berbicara di depan umum, apabila tekun
dan ingin belajar pasti bisa.
Sebagai mahasiswa seperti saya, public speaking adalah
modal utama untuk meningkatkan prestasi dalam akademik maupun non-akademik.
Selain itu, dapat dimanfaatkan pula dalam berkomunikasi sehari-hari untuk
bersosial dan menambah jaringan antar teman.
Setelah
menghadiri sebuah seminar, berikut beberapa cara yang dapat saya tulis dan
terapkan dalam membuat “Public Speaking” menjadi lebih baik :
1.
Speaking with confident
Modal
utama yang kamu butuhkan dalam berbicara di depan umum adalah percaya diri.
Sudah berapa banyak orang yang mahir berbicara di depan umum dengan hanya
menyampaikan apa yang dia ketahui saja, tetapi cara penyampainnya seolah-olah
dia mengetahui segalanya. Saya pernah mendapatkan tips bagaimana jika kamu
kurang percaya diri saat di depan umum, lakukan hal-hal berikut :
1)
Gepalkan salah satu tangan kamu
2)
Lihatlah jendolan kecil disamping
kelingking kamu
3)
Hitunglah 1 sampai 10 kali kata “saya
berani”
4)
Lalu hitung “satu, dua, tiga”
bicaralah! “sekarang atau tidak sama
sekali”
Karena dengan percaya
diri maka akan menarik audience atau
pendengar. Kick Andy saja pertama kali take di layar TV
2.
All Great Speakers Were
Bad Speakers At First
Pengalaman
adalah guru yang baik itu benar adanya. Wajar jika kurang terbiasa berbicara di
depan umum masih grogi, berdebar-debar, keringat dingin, banyak salah dalam
penyampaian kata, kaki dan tangan gemetaran, kaku, tidak percaya diri, takut
semua hal tersebut adalah manusiawi.. Mulai dari hal-hal tersebut setiap orang
punya caranya masing-masing untuk memperbaiki atau menanggulangi agar lebih
baik saat berbicara di depan umum pada kesempatan selanjutnya, misalnya dengan
meminum air putih sebelum maju, membawa catatan kecil saat maju, atau hal-hal lainnya sesuai kepribadiannya
maisng-masing.
3.
Mengambil cerita dari
keluarga Bung Karno
Dahulu,
Bung Karno setiap malam sebelum pidato keesokan harinya, pukul 02.00 atau 03.00
WIB dini hari selalu membangunkan anak istri nya untuk mendengarkan beliau
berpidato diatas meja, itulah alasan mengapa Bung Karno sering memakai kacamata
hitam saat berpidato, karena matanya merah. Maka dari itu sekali lagi,
ketekunan adalah kuncinya
4.
Siapkan Mental
Dalam
menghadapi dan mengontrol mental agar siap berbicara didepan umum mampu
menentukan 70% keberhasilan Public
Speaking. Terkadang, kita khawatir akan nada suara, atau ekspresi saat
didepan umum, yang paling penting adalah mental, merasakan emosi yang tepat
saat penyampaian.
5.
Hadapi Nervous
Saat
nervous / tegang tiba-tiba menyerang,
katakan saja syukur “alhamdulillah terimakasih nervous sudah datang, mohon
maafya saya mau bicara di depan umum dulu”. Dengan begitu, jangan memberi muka
kecut atau yang menunjukkan bahwa kamu tegang, tersenyumlah agar lebih mudah.
6.
Pahami karakter sebagai
pembicara
Sebagai
pembicara, kamu harus paham karakter kamu, ada 4 tipe pembicara :
1)
Analyzer : Menampaikan untuk menjelaskan
2)
Harmonizer : Mampu membuat massanya
mengikuti apa yang dia bicarakan
3)
Entertainer : Mampu membuat massanya tertawa dengan
pembawaannya
4)
Debater :
Menempatkan dirinya pada posisi yang paling benar, sedangkan yang lainnya salah
Kamu pasti hanya
memiliki salah satu karakter diatas dalam berbicara di depan umum, jadi yang
harus kamu pahami adalah karakter berbicara kamu
7.
Kuasai Bahasa Non-Verbal
Dalam
Ilmu Komunikasi Bisnis, bahasa non-verbal memberi pengaruh yang sangat kuat dalam
menyampaikan pesan sebesar 55%. Komunikasi non-Verbal adalah pesan-pesan yang
diekspresikan dengan sengaja atau tidak sengaja melalui kode-kode, seperti :
Bahasa isyarat (Body language),
ekspresi / mimik wajah, symbol-symbol, pakaian, asesori, warna, sikap duduk
atau berdiri, waktu, suara, komunikasi mata dan berbagai bentuk lambang
lainnya. Oleh karena itu, jangan meremehkan bahasa Non-Verbal.
Pergerakan
mata salah satu hal terpenting yang harus dikendalikan, usahakan tatapan anda
jangan terlalu memandang keatas ataupun kebawah, namun memandang kedepan bagian
kiri, lalu kedepan bagian kanan, dan kedepan tepat ditengah. Jika belum mampu
menatap mata pendengar satu-persatu lihatlah kepalanya atau dahinya, maka
seolah-olah anda sedang menatap matanya.
8.
Bangun kebiasaan
mendengarkan pidato, seminar, atau presentasi
Semakin
sering kamu menyimak presentasi, seminar, pidato, akan membuat kamu mengikuti
bagaimana cara mereka berbicara dengan mudah. Tidak masalah jika awalnya
mengikuti gaya orang lain jika itu bisa membuatmu nyaman dalam berbicara di
depan umum. Ketika kemampuanmu sudah berkembang, maka akan muncul gaya sendiri
sesuai dengan ciri khas kamu.
9.
Kuasai Materi
Hal
terakhir ini menjadi bumbu yang sangat lezat apabila anda mampu melakukannya,
dengan menguasai materi otomatis keadaan mental akan jauh lebih siap dan dapat
menghilangkan gugup ataupun tegang apabila sudah percaya diri dalam menguasai
materi.
Hal-hal
diatas adalah beberapa cara dalam meningkatkan atau mengasah “Public Speakinng”
agar lebih baik lagi, sehingga mereka menjadi satu kepaduan yang harus ada
untuk diterapkan saat berbicara di depan umum.


Komentar
Posting Komentar