CARA MENINGKATKAN PUBLIC SPEAKING


Text Box: Beberapa Cara Mengasah “Public Speaking”
Oleh : Riska Rahma Dea



Benarkah keahlian berbicara didepan umum / public speaking adalah bakat?
Ada ungkapan bijak mengatakan bahwa bakat itu 1 %, 99% lainnya adalah ketekunan dan cara / metode kita dalam mempelajarinya. Kita semua saat dilahirkan di dunia ini untuk pertama kalinya adalah menangis, tidak ada satu bayi pun secara normal lahir sudah dapat berbicara. Baru pada bulan-bulan selanutnya bayi mengeluarkan bunyi-bunyi yang membentuk penggalan kata. Setiap hari bayi terbiasa mendengar penggalan kata di sekitarnya, saat itulah bayi mulai belajar untuk berbicara.  Apabila lingkungan bayi kurang banyak yang berbicara, maka akan berpengaruh pada kecepatan bayi untuk bisa  berbicara. Rata-rata bayi yang berusia 2 tahun kemmapuan berbicaranya akan semakin baik apabila lingkungannya sering mengajaknya untuk berbicara. Ini semua menggambarkan bahwa metode belajar diikuti ketekunan akan membuat setiap orang mahir dalam berbicara. Begitu pula caranya apabila anda ingin berbicara di depan umum, apabila tekun dan ingin belajar pasti bisa.
            Sebagai mahasiswa seperti saya, public speaking adalah modal utama untuk meningkatkan prestasi dalam akademik maupun non-akademik. Selain itu, dapat dimanfaatkan pula dalam berkomunikasi sehari-hari untuk bersosial dan menambah jaringan antar teman.
Setelah menghadiri sebuah seminar, berikut beberapa cara yang dapat saya tulis dan terapkan dalam membuat “Public Speaking” menjadi lebih baik :
1.       Speaking with confident
Modal utama yang kamu butuhkan dalam berbicara di depan umum adalah percaya diri. Sudah berapa banyak orang yang mahir berbicara di depan umum dengan hanya menyampaikan apa yang dia ketahui saja, tetapi cara penyampainnya seolah-olah dia mengetahui segalanya. Saya pernah mendapatkan tips bagaimana jika kamu kurang percaya diri saat di depan umum, lakukan hal-hal berikut :
1)      Gepalkan salah satu tangan kamu
2)      Lihatlah jendolan kecil disamping kelingking kamu
3)      Hitunglah 1 sampai 10 kali kata “saya berani”
4)      Lalu hitung “satu, dua, tiga” bicaralah!  “sekarang atau tidak sama sekali”
Karena dengan percaya diri maka akan menarik audience atau pendengar. Kick Andy saja pertama kali take di layar TV
2.       All Great Speakers Were Bad Speakers At First
Pengalaman adalah guru yang baik itu benar adanya. Wajar jika kurang terbiasa berbicara di depan umum masih grogi, berdebar-debar, keringat dingin, banyak salah dalam penyampaian kata, kaki dan tangan gemetaran, kaku, tidak percaya diri, takut semua hal tersebut adalah manusiawi.. Mulai dari hal-hal tersebut setiap orang punya caranya masing-masing untuk memperbaiki atau menanggulangi agar lebih baik saat berbicara di depan umum pada kesempatan selanjutnya, misalnya dengan meminum air putih sebelum maju, membawa catatan kecil saat maju,  atau hal-hal lainnya sesuai kepribadiannya maisng-masing.
3.       Mengambil cerita dari keluarga Bung Karno
Dahulu, Bung Karno setiap malam sebelum pidato keesokan harinya, pukul 02.00 atau 03.00 WIB dini hari selalu membangunkan anak istri nya untuk mendengarkan beliau berpidato diatas meja, itulah alasan mengapa Bung Karno sering memakai kacamata hitam saat berpidato, karena matanya merah. Maka dari itu sekali lagi, ketekunan adalah kuncinya
4.       Siapkan Mental
Dalam menghadapi dan mengontrol mental agar siap berbicara didepan umum mampu menentukan 70% keberhasilan Public Speaking. Terkadang, kita khawatir akan nada suara, atau ekspresi saat didepan umum, yang paling penting adalah mental, merasakan emosi yang tepat saat penyampaian.

5.       Hadapi Nervous
Saat nervous / tegang  tiba-tiba menyerang, katakan saja syukur “alhamdulillah terimakasih nervous sudah datang, mohon maafya saya mau bicara di depan umum dulu”. Dengan begitu, jangan memberi muka kecut atau yang menunjukkan bahwa kamu tegang, tersenyumlah agar lebih mudah.
6.       Pahami karakter sebagai pembicara
Sebagai pembicara, kamu harus paham karakter kamu, ada 4 tipe pembicara :
1)      Analyzer     : Menampaikan untuk menjelaskan
2)      Harmonizer : Mampu membuat massanya mengikuti apa yang dia bicarakan
3)      Entertainer  : Mampu membuat massanya tertawa dengan pembawaannya
4)      Debater       : Menempatkan dirinya pada posisi yang paling benar, sedangkan yang lainnya salah
Kamu pasti hanya memiliki salah satu karakter diatas dalam berbicara di depan umum, jadi yang harus kamu pahami adalah karakter berbicara kamu

7.       Kuasai Bahasa Non-Verbal
Dalam Ilmu Komunikasi Bisnis, bahasa non-verbal memberi pengaruh yang sangat kuat dalam menyampaikan pesan sebesar 55%. Komunikasi non-Verbal adalah pesan-pesan yang diekspresikan dengan sengaja atau tidak sengaja melalui kode-kode, seperti : Bahasa isyarat (Body language), ekspresi / mimik wajah, symbol-symbol, pakaian, asesori, warna, sikap duduk atau berdiri, waktu, suara, komunikasi mata dan berbagai bentuk lambang lainnya. Oleh karena itu, jangan meremehkan bahasa Non-Verbal.
Pergerakan mata salah satu hal terpenting yang harus dikendalikan, usahakan tatapan anda jangan terlalu memandang keatas ataupun kebawah, namun memandang kedepan bagian kiri, lalu kedepan bagian kanan, dan kedepan tepat ditengah. Jika belum mampu menatap mata pendengar satu-persatu lihatlah kepalanya atau dahinya, maka seolah-olah anda sedang menatap matanya.

8.       Bangun kebiasaan mendengarkan pidato, seminar, atau presentasi
Semakin sering kamu menyimak presentasi, seminar, pidato, akan membuat kamu mengikuti bagaimana cara mereka berbicara dengan mudah. Tidak masalah jika awalnya mengikuti gaya orang lain jika itu bisa membuatmu nyaman dalam berbicara di depan umum. Ketika kemampuanmu sudah berkembang, maka akan muncul gaya sendiri sesuai dengan ciri khas kamu.

9.       Kuasai Materi
Hal terakhir ini menjadi bumbu yang sangat lezat apabila anda mampu melakukannya, dengan menguasai materi otomatis keadaan mental akan jauh lebih siap dan dapat menghilangkan gugup ataupun tegang apabila sudah percaya diri dalam menguasai materi.

Hal-hal diatas adalah beberapa cara dalam meningkatkan atau mengasah “Public Speakinng” agar lebih baik lagi, sehingga mereka menjadi satu kepaduan yang harus ada untuk diterapkan saat berbicara di depan umum.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keluh Kesah Karyawan yang Merasa Otodidak Marketing B2B di Kantor

TRIP JOGJAKARTA DUA HARI

Hujan dan Mendung di Akhir Tahun ini