Ilmu Katup Dalam Berorganisasi atau Bekerja


Organisasi itu tidak hanya di kampus, bukan? Tetapi dalam berumah tangga, bekerja dan banyak hal seperti komunitas atau sejenisnya, semua butuh struktural, fungsi dan tanggung jawabnya masing-masing.

Lalu, ada yang namanya Ilmu Katup yang pernah dikatakan dan diajarkan, dimana semakin penting posisi yang diemban semakin luas katup yang dimiliki, seharusnya.

Misalnya, manager, pasti harus paham mengenai perusahaan, relasi, divisi, setiap fungsi dalam divisi, memahami banyak masalah, keuntungan, kerugian, pangsa pasar, tetapi berbeda dengan karyawan yang memikirkan target atau tugas yang memang spesifik harus diselesaikannya, atau manajernya, yang lebih mengarahkan beberapa karyawannya atau anak buahnya, mengatur strategi dalam mencapai target, sedikit lebih berat dibanding karyawan, maka ilmu katupnya harus sedikit lebih luas dibanding karyawannya.

Ternyata, dalam menerapkan Ilmu Katup kita membutuhkan beberapa orang yang membantu, entah  membantu dalam mengambil keputusan, memperluas relasi, memperlancar kegiatan atau hal yang akan di capai. Biasanya, orang-orang yang membantu ini bisa jadi HRD perusahaan atau orang-orang yang berpengalaman didalamnya.

Contoh kasus penerapan Ilmu Katup yang saya alami adalah dalam skala kecil; masih dalam skala himpunan. Dalam struktural, ada tiga bagian, Ketua dan Wakilnya, Badan Pengurus Harian, lalu Staff. Saya, dan dua orang teman saya menjadi pengawas dan penasihat kare kami adalah Staff dan Badan Pengurus Harian di tahun-tahun sebelumnya.

Seharusnya Ketua dan wakil yang bisa diibaratkan CEO perusahaan memiliki Ilmu Katup yang lebih luas, harus memilih para manajer dan karyawan yang sama-sama memiliki tujuan untuk memajukan perusahaan.

Ada saja manajer yang sudah dipercaya namun hanya mengeluh saat para karyaannya tidak mencapai target yang diingankan atau tidak sesuai ekspektasi, padahal CEO sudah memberi contoh, solusi, ikut melihat keadaan, hanya tinggal dijalankan bagian manajer, seharusnnya, ini tandanya Ilmu Katup yang dimiliki manajer belumlah cukup.

Ilmu, biasanya dicerminkan bagi  para yang pandai dalam public speaking semakin pandai kita menyampaikan sesuatu semakin terlihat pandai lah kita, begitu penilaian umum masyarakat. Nyatanya tidak, apalagi Ilmu Katup tidak bisa diukur hanya dengan bagaimana ia berbicara, melainkan tindakan.

Rumitnya, kalau di organisasi tingkat kampus, apabila posisi yang dimiliki seharusnya mempunyai katup yang lebih luas, misalnya Ketua dan Wakil yang harusnya sanggup mengayomi semua divisi, mengatur strategi jika ada masalah, menyelesaikan masalah yang apabila sudah dirundingkan di divisi tetapi belum menemui solusi. Apabila semua kriteria itu belum dimiliki, maka Katupnya belum cukup luas untuk melindungi teman-teman Badan Pengurus Harian dan juga Staffnya, yang lebih disayangkan lagi, apabila Badan Pengurus Hariannya memiliki Ilmu Katup yang lebih sempit dibanding Staff nya, bisa jadi Staff lebih mengerti membaca keadaan, lebih peka, lebih inisiatif, akan tetapi karena wewenang dan fungsi yang harusnya menggerakkan Staff adalah Badan Pengurus Harian, maka Staff tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menunggu dan memberi usul.


Maka, Ilmu Katup ini benar-benar harus dibentuk dan digerakkan, ditanamkan sejak mereka menjadi Staff, agar ketika menjelma menjadi Badan Pengurus Harian, mereka benar-benar memiliki Ilmu Katup yang cukup, karena ini sangat mempengaruhi kinerja, kekeluargaan dan semua aspek.

Begitupula dalam perusahaan, jika CEO atau bos kurang Ilmu Katupnya dimana artinya kurang memahami kelemahan dan kekurangan perusahaan, manajer, karyawan, relasi, budget dan segala aspek lainnya, justru Manajer lebih mengerti dan inisiatif, maka perusahaan tetaplah lamban dalam berkembang karena keputusan utama tetap ada di bos. 

Pekerjaan yang akan dilakukan tidak akan terarah, tidak teratur, akan menemu beberapa gap atau kesalah pahaman dan hal-hal kecil lainnya yang akan mempengaruhi produktivitas.


Semoga kita semua semakin sama-sama belajar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keluh Kesah Karyawan yang Merasa Otodidak Marketing B2B di Kantor

TRIP JOGJAKARTA DUA HARI

Hujan dan Mendung di Akhir Tahun ini