Lebaran berbeda pertama - 2022
2022 - Mei
Usia pernikahan kita masih terhitung sangatlah muda. Namun, seolah dikejar-kejar banyak urusan orang dewasa. Mulai membuat ini, membeli itu, investasi ini, mempersiapkan itu. Hal ini-itu-ini-itu yang tadinya tidak kami bayangkan sebelumnya.
Sesak nafas sejak pertama menginjak bahtera ini. Lalu bahagia memuncak seada-adanya. Tak lupa disusul dengan tangisan tak henti-hentinya. Begitu ternyata memang alurnya.
Keseruan juga kami temukan dalam menata dan mengisi rumah di beberapa bulan pertama. Menganut sistem menyederhanakan hidup, salah satunya dengan memiliki sedikit barang. Kebingungan mau membuang atau menukar barang yang mana untuk digantikan dengan barang baru hasil dari kado pernikahan (yang saat ini memenuhi seluruh sela rumah kami).
Begitu banyak keberkahan, mulai dari yang terlihat maupun yang tak kasat mata. Tidak lupa ada kesedihan dan penyesuaian yang terus bergulir, dibaliknya.
Sebulan penuh ramadhan tahun ini begitu berbeda. Harus terus menyiapkan makanan sebelum subuh tiba, suamiku kebetulan pemilih makanan hangat, yang baru saja dimasak. Bukan masakan yang sekedar dihangatkan saja.
Menjadi sebuah tantangan juga ladang pahala baru. Keseruan dalam mencari menu dan resep baru. Kelelahan karena harus lebih sering pulang larut malam dari tempat kerja, berdua.
Untung saja, bisa satu tempat kerja berdua.
Bahtera ini kuanggap saja cerita hari-hari yang lucu. Ada saat dimana hal sepele membuat kita tidak saling bicara. Terkadang hal kecil membuat kita terbahak-bersama. Percakapan yang terjadi secara tiba-tiba biasanya kita gunakan untuk bersyukur tak tertera. Begitu banyak hal yang kita sudah miliki, melebihi bayangan sebelumnya.
Tidak ada satupun yang kita minta kecuali bahagia dan bisa beribadah berdua, tadinya. Tetapi Sang Maha Pemilik Segalanya, justru memberikan lebih dari apa yang kita niatkan sejak awal mula.
Penuh sudah bulan ini kita lalui, tibalah hari Raya. Hal yang kita sudah siapkan - sejak dua minggu sebelumnya. Ternyata bukan baju atau sandal baru. Tetapi menghitung tunjangan hari raya dua keluarga. Dua kali lipat keponakan. Dua kali lipat parsel untuk saudara. Selesai. Tidak ada masalah kecuali satu, saat kita berburu parcel seminggu sebelum hari - H. Di dua swalayan besar, parsel-yang biasanya banyak tersedia, habis sudah. Tidak restock kembali saat kami tanya ke petugas di sana. Akhirnya memilih jalan untuk pergi ke pasar swalayan yang sangat ramai pengunjung namun lebih murah di harga.
Sepulangnya dari sana perjuangan dimulai kembali. Satu motor penuh dengan kardus ditengah jok motor kami, dua tentengan besar di kanan-kiri paha penumpang. Satu toples roti di dalam jaket area depan perut suami, soalnya bingung mau ditaruh dimana lagi.
Tak terasa setelah sholat Ied pertama sebagai sepasang suami-istri. Kami ke rumah orang tuaku untuk sungkeman, lalu keliling kampung ngikut keinginan Bapak. Sebelum matahari mencapai atas kepala, kami beranjak pindah ke rumah keluarga suami mengendarai motor. Ternyata di tengah perjalanan kami melihat banyak pasangan, bahkan keluarga berdesakan dalam satu motor berbondong-bondong seperti bertransformasi ke tempat lain untuk melanjutkan silaturahmi.
Jangan lagi tanya perihal makanan apa saja yang sudah masuk ke lubang tenggorokan ini sejak pagi hingga pindah sana-sani. Sudah nambah lima kali, hehehe.
Banyak mendengar cerita dan wajah baru. Sebuah pengalaman lebaran yang cukup baru juga untuk kami. Mungkin dan semoga akan rutin indahnya seperti ini.
Hari-hari sisanya kuluangkan untuk menulis ini. Ingin kutuliskan betapa bahagianya malam takbiran gak kebingungan ingin pergi kemana? Karena kita bisa main game, keluar dengan ponakan, ngobrol dengan keluarga, lalu tiduran berdua di kamar kami.
Kuluangkan membersihkan setiap sela debu di mesin kopi, di bawah sofa, di kolong bawah dapur, di bawah kusen jendela. Mencuci sepatu, baju, jaket, sandal, apapun yang terlihat bisa dibersihkan.
Begitu, kegundahan dan keresahan dalam menjaga jarak antara diri ini dan emosi. Antara keinginan diri ini dan kebutuhan. Kini, ingin ku tuangkan dalam tulisan. Setelah mencobanya ternyata membuahkan solusi.
Komentar
Posting Komentar