Tol pagi hari di jalanan Fatmawati bulan Januari
Bertemu dan berhubungan dengan orang yang baru kutemui menciptakan energi.
Menebak apa-apa yang ada di kepala mereka.
Meraba apa yang diinginkan.
Menatap perawakan baru, berjalan berdampingan seolah ada kesamaan tujuan.
Menyelesaikan rasa deg- dalam dada, berani menyibak rasa takut sekencang mungkin.
Tidak semua bisa memiliki kesempatan dan keinginan seperti momen ini di setiap harinya.
Mungkin memang sedikit berat bulan Januari ini dijalani.
Tetapi membuktikan bahwa; kamu sudah berusaha sekuat dan sebanyak itu.
Gerimis pukul enam pagi hari, bus kota yang sudah hilir ke sana-kemari.
Seorang Bapak duduk berjongkok meratapi ban motornya yang bocor dan terpaksa mencari bengkel di pinggiran jalan raya Fatmawati.
Keluarga besar berada dalam satu buah motor; seorang ibu, anak yang memakai seragam dan seorang Bapak yang mengenakan jaket setelan lama, juga sebuah helm tua yang cukup sering kita jumpa di jalanan kota.
Langit biru pagi itu dihiasi lampu memerah dengan hijaunya pohon-pohon disekitarnya mengelilingi. Tak lupa tingginya gedung dan tumpukan jalan tol yang berlipat-lipat di tengah kota membuat kota ini sangat simetris dilihat dari atas gedung sana.
Komentar
Posting Komentar