Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Menua

Gambar
source pict: pinterest Menua, Adalah masalah kita bersama. Bisa jadi karena banyak harapan tak sampai, Atau tujuan yang tak kunjung usai, Bisa jadi, karena pahit asin manis dunia, belumla dirasa, sepenuhnya. Atau angan-angan memilikinya, dia yang tak kasat mata dan tak tahu siapa atau ada dimana. Lama-lama puisi ini seperti piramida, Tidak sesuai pada aturannya, Maka biarlah ia tidak teratur, seperti kehidupan di masa tua.            Apa kabar Hari? Ada apa Hari ini? Daun yang menguning dipucuknya dan hijau tua dibelakangnya, Pagi ini menemani langit biru sehingga membuat jadi awalan Hari yang lebih berwarna. Kuputuskan untuk menyampaikan keluhan ini, ditemani teh hangat dan belum mandi.            Beberapa Hari terakhir kuhabiskan untuk beristirahat di tempat tidur ternyaman di dunia, karena gratis dan tak terbatas, khawatir kalau ada kerusakan harus ganti rugi, oh kali ini tidak, ini kamarku. Tidak...

Ilmu Katup Dalam Berorganisasi atau Bekerja

Gambar
Organisasi itu tidak hanya di kampus, bukan? Tetapi dalam berumah tangga, bekerja dan banyak hal seperti komunitas atau sejenisnya, semua butuh struktural, fungsi dan tanggung jawabnya masing-masing. Lalu, ada yang namanya Ilmu Katup yang pernah dikatakan dan diajarkan, dimana semakin penting posisi yang diemban semakin luas katup yang dimiliki, seharusnya. Misalnya, manager, pasti harus paham mengenai perusahaan, relasi, divisi, setiap fungsi dalam divisi, memahami banyak masalah, keuntungan, kerugian, pangsa pasar, tetapi berbeda dengan karyawan yang memikirkan target atau tugas yang memang spesifik harus diselesaikannya, atau manajernya, yang lebih mengarahkan beberapa karyawannya atau anak buahnya, mengatur strategi dalam mencapai target, sedikit lebih berat dibanding karyawan, maka ilmu katupnya harus sedikit lebih luas dibanding karyawannya. Ternyata, dalam menerapkan Ilmu Katup kita membutuhkan beberapa orang yang membantu, entah  membantu dalam mengambil keputusan,...

Sejenak Menjadi Warga Kukuk Sumpung

Gambar
Tulisan ini Saya dedikasikan untuk BEM PNJ. PNJ Mengajar 2019          Badan Eksekutif Mahasiswa mempunyai salah satu program yang luar biasa, PNJ Mengajar namanya, kegiatan yang bisa dikatakan sebuah pengabdian nyata mahasiswa ke masyarakat Desa yang belum semaju kota. Kenapa bisa dikatakan seperti itu? Karena biasanya Desa yang akan dikunjungi adalah Desa yang akan dikembangkan mulai dari segi Ekonomi, Pendidikan, maupun Fasilitasnya. Sebuah Desa yang masih sulit untuk dijangkau dan belum terlalu tersentuh oleh Teknologi. Maka dari itu, saya dan salah teman saya memutuskan untuk ikut berpartisipasi hadir ke Desa tersebut, lokasinya ada di Desa Kukuk Sumpung, Gobang, Leuwiliang, Bogor. Kami memutuskan untuk melakukan perjalanan di Pagi hari, sebelumnya saya ingin memberi informasi mengenai persyaratan bagi para tamu atau peserta yang akan berkunjung ke PNJ Mengajar ini, yaitu membawa beras, mie dan telor secukupnya. Setelah menempuh setenga...

Sesuai Porsi

Gambar
Setiap orang memiliki masanya masing-masing. Terkadang didalam masa yang kita nantikan dan impikan, begitu banyak harus menemu ujian, dalam bentuk kesabaran maupun kesenangan. Kemudian benar, akan kau temukan sesuatu di saat penantian mu ke masa itu, dalam kelelahan mengejar atau berlari, kau perlu titik henti. Benar. Henti. Mengapa? Karena disaat itu, kau akan memikirkan banyak hal yang tidak terfikirkan kalau sedang dirundung terlalu banyak kesibukan. Ditengah henti akan begitu banyak hal yang kau sadari. Mulai dari cerita-cerita yang pernah kau dengar dari teman lama. Runtutan kejadian di hidupmu yang tak kau sangka-sangka atau menemui banyak syukur karena kau telah meninggalkan dirimu yang lama, bisa jadi justru sebaliknya, kau menyesali dan merindukan dirimu yang sudah bukan dirimu yang kau kenal dulu. Aku. Sedang merasakannya. Setelah tak pernah henti diserbu masalah organisasi dan juga kehidupan yang penuh drama sama halnya seperti yang kau temui, akhirnya Tuhan membe...

After Read One Of Cak Nun's Book

Gambar
I’ve been read a book from Emha Ainun Nadjib, the title is “Pemimpin Yang Tuhan” A leader who is like a god, Emha usually called as Cak Nun is one of the famous grandfather’s father who is often called ’mbah’or ‘Oppa’ or Granpha by his follower,  with high intellectual and scientific knowledge, often holds “Maiyah” ( means gather together for praying and talk about Islam, Country, the problem of government, or anything from night till the Fajr ) . He has written books since 1987, it means 30-40 years later He dedicated himself to enlighten others throug writing and how he conveyed his knowledge through “ Maiyah “ just like seminar, indeed. Maybe some people think that, if we read a book, then we are one of his --- followers or fanatic about him or whatever you called it, in Indonesia, there are people that still have one point of view like that, somehow it is annoying. I don’t care about it anyway, you can exit this page, if you think i am a radical or liberal, and you are not...

I Called It " Klakson " and Crowded In The Train

Gambar
Damn. You know how terrible of the traffic in this metropolitan city, Jakarta. I’m the one of a motorcycle user, sometimes vehicle user also but when it needed to drive by myself, I’ll do. One rule that i put in me was, I was very difficult to “honk / klakson’ or whatever you called it, whatever happened untill it was fatal, because i am the type of person who easily get shocked by the sound in the street. In Jakarta or Indonesia, there is stigma that the most ( Mom who can drive ) “ Emak-emak” in driving are not obeying the rules well or carelessly. However, hat I want to tell you is not about Mom in the street, but there are more careless people in the road, such as a grandpa or papa who become online motorcycle drivers. I think they are in hurry to meet their family, not much different with a young employee who drive using motorcycle or car, they often interrupt to get home faster, or maybe tired and ant to meet bed soon. In fact teen are more courageous to do tis and very n...

What I Feel

Gambar
Have you ever felt no one understand you, even your close friend or parents nor families? I think, this is the time when you feel every single thing goes wrong. You won’t say about anything, to anyone. Sky even cannot t hear you, sea cannot give you a fresh air no matter how beautiful it is for every single eye. But there is always a thing who make you to stand up and breathe again. And you start remembers your eyes, your hand was held a drink, in your little own chair and the face of your grandma’s smiling while ate a big burger. But baby, don’t worry even life pull you down, just follow the flow. Sometimes the colour of the clouds in the evening kissed by the sun is the only friend who understand. They seem like dancing all along. But fade away in few hours, they want to stay but destiny said no, so as sadness, it will disappear by the time goes. You may be strong once, or might be forever. But just be a human, let the emotion that your body feel come out, if you are angry, be a...

L a y a k n y a B u a y a

Gambar
                                                                  Mengiyakan apa yang harusnya tidak kau setujui adalah pendidikan terberat yang harus kau emban. Menganggukkan kepala pada apa saja yang tidak bisa kau terima itu namanya mengikhlaskan. Memaklumi segala perilaku dari beberapa orang yang entah mengapa caranya selalu saja menyakitkan adalah satu-satunya pengalaman yang kemungkinan kecil adanya sebuah kelulusan. Tertawa dibalik kesedihan itu pelajaran utama yang semua orang punya. Kau, mungkin saja merasa jadi aku. Atau merasa jadi mereka, yang suka bermain-main dengan betapa merasa besar dan paling benar dirinya. Atau kita pernah menjelma menjadi keduanya. Muka dua, berbuaya. Menjadi buaya bukanlah keahlian yang bisa ditaklukan siapa saja, apalagi mereka yang berhati murni, bersudut pandang sa...

Indonesia Dua Ribu Sembilan Belas

Gambar
Bumi Pertiwi meradang. Para penggerak bangsa memanfaatkan kesaktian fikir para muda. Pola pikir yang telah melesat jauh dari tujuan awak anak panah yang dibusurkan untuk ancang-ancang semata kini telah menjadi juru-juru bicara terbaik negara. Sang sesepuh negeri kebingungan menjinakkan panutan bangsa berjiwa muda yang telah bangkit bagai kiriman balas dendam mereka yang dahulu berpotensi di masa reformasi dan orde-orde yang membekaskan banyak luka yang tak dilunasi. Dago, menjadi tempat pengasingan teraman. Mereka dijauhkan dari rakyat yang butuh kebebasan dan penuh kebodohan. Sekitar tahun tujuh puluhan. Kepandaian dan ilmu para muda yang menjadi tahanan disana merinding, berdarah-darah tangis dan teriris sepi dengan ramainya fikir tak henti tentang negeri. Buku dan catatan yang berisi rancangan, harapan, dibakar, dihancurkan, disembunyikan, dimusnahkan. Bertahun-tahun merdeka seolah tujuan sang penggerak tersampaikan. Bahagia mendengar beberapa muda yang lebih suka makan da...

Jawara

Gambar
 Teruntuk dia yang sederhana dan selalu memupuk asa. Dipenuhi pikiran dan gagasan yang selalu mengesankan, pertemuan pertama kita bagaimana bisa disebut kencan. Pergi ke salah satu tempat kesenian tak bertuan di tengah megahnya dunia air dan permainan. Beberapa jam kemudian kuditinggalkan karena dirinya ada urusan./ Seperti jengkelnya mengantri saat memesan makanan, begitu pula yang kurasakan saat menanti berganti hari untuk bertemu kembali. Ketika saatnya datang, aku yang begitu kebingungan mencerna kehidupannya yang berbanding terbalik denganku, teman-teman nya berusia jauh diatasku. Tapi lihat, justru aku luluh dan semakin membuatmu lupa kita tak pernah tegur sapa sebelumnnya./ Entah berapa lama kemudian, kita justru semakin nyaman untuk bercengkrama dan lebih dalam memperkenalkan. Tak  kuingat kapan terakhir tidak percaya diri kecuali berada dirumahmu pertama kali./ Setahun berlalu, begitu cepat sampai tak terasa kita sudah berubah banyak. Melampaui yang tak ...

Dungu

Gambar
Dikala semua hal telah menemukan titik tengahnya, saat    beberapa merasa paling benar, ataupun mengaku bersalah, akhirnya akan ada satu persimpangan yang menyatukan keduanya. Aku menengok ke belakang dan menyadari, Oh, semua perkataan yang keluar karena emosi sesaat itu kini membekas. Kini memberi luka yang tak bisa terurai begitu saja. Rumit jika harus kuurutkan satu per satu benang yang terlanjur kusut ini. Dimulai dari kesalahpahaman yang tak kunjung usai, berkurangnya komunikasi dan silaturahmi. Kacau, tiada obat penawarnya selain saling bicara. Namun kita sama-sama enggan memulainya. Teruntuk kamu, yang pernah dekat namun sekarang hitam pekat dalam ingatanku begitupun ingatanmu. Aku disini, meminta maaf atas segala resah, gundah, yang pernah   membara diantara kita dan membiarkannya terjadi begitu saja. Bahkan berlarut hingga mati rasa. Terkadang kukira inikah takdir, ataukah nasib, keduanya bisa diubah atau disangkal dengan doa, bukan? Tetapi...